Powered by Blogger.
There was an error in this gadget
Boyfriend is my Husband, Girlfriend is my Wife


Meninjau Fenomena "couple"

Kita dapat melihat bahawa bentuk couple boleh mendekati zina. Semula diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu. Lalu pandangan itu mengendap di hati. Kemudian timbul hasrat untuk jalan berdua. Lalu berani berdua-duan di tempat yang sepi. Setelah itu bersentuhan dengan pasangan. Lalu dilanjutkan dengan ciuman. Akhirnya, sebagai pembuktian cinta dibuktikan dengan berzina. –Naudzu billahi min dzalik-. Lalu pintu mana lagi paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu couple?!
Mungkinkah ada couple Islami? Sungguh, couple yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan 'couple Islami' tidak mungkin boleh terhindar dari larangan-larangan di atas. Renungkanlah hal ini..

Ibnul Qayyim menjelaskan,
"Kalau orang yang sedang dilanda asmara itu disuruh memilih antara kesukaan pujaannya itu dengan kesukaan Allah, pasti ia akan memilih yang pertama. Ia pun lebih merindukan perjumpaan dengan kekasihnya itu berbanding pertemuan dengan Allah Yang Maha Kuasa. Lebih dari itu, angan-angannya untuk selalu dekat dengan sang kekasih, lebih dari keinginannya untuk dekat dengan Allah".




Couple Terbaik adalah Setelah Nikah

Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam islam juga bukanlah yang diawali dengan couple, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeza dengan couple yang cintanya hanya cinta bualan.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda :

"Kami tidak pernah mengetahui penyelesaian untuk dua orang yang saling mencintai seperti pernikahan." (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)

Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu `alaihi wa sallam bersabda :

"Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Kerana itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah kerana puasa itu bagaikan perisai." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnul Qayyim berkata, "Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merosakkan cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, kerana bila keduanya telah merasakan kelazatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya."

Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya.

Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Allahumma inna nas'aluka 'ilman nafi'a wa rizqon thoyyiban wa 'amalan mutaqobbbalan.


0 comments:

Post a Comment